ALANG TUKANG BINASO KAYU, ALANG CADIAK BINASO ADAT, ALANG ARIH BINASO TUBUAH. ALAT BAALUAH JO BAPATUIK MAKANAN BANANG SIKU-SIKU, KATO NAN BANA TAK BATURUIK INGIRAN BATHIN NAN BALIKU, BILALANG INDAK MANJADI ALANG, PICAK-PICAK INDAK JADI KURO-KURO. WALAU DISAPUAH AMEH LANCUAN, KILEK LOYANG KAN TAMPAK JUO, BIOPARI KATO IBARAT, BIJAKSANO TARATIK SOPAN, PACIK PITARUAH BUHUA AREK, ITU NAN IJAN DILUPOKAN

SEMARAK MINANGKABAU


SIK ONLINE ADA YANG GRATIS KENAPA HARUS BAYAR MAHAL

Rumah sakit dan Puskesmas yang ingin mengembangkan sistem informasi manajemen secara online sebenarnya tidak perlu mengeluarkan biaya mahal bahkan untuk aplikasi SIM-RS ataupn SIMPUS onlinee semuanya tersedia gratis , tinggal Rumah sakit atau Puskesmas menyediakan perangkat dan SDM untuk operasional.  anggapan yang salah bahwa setiap yang mahal itu pasti lebih baik karena dalam aplikasi sistem informasi bukan diukur dari seberapa canggihnya aplikasi itu dibuat tapi tergantung pada seberapa besar manfaat sistem itu bagi pengguna, pengoperasian yang mudah dan familiar dengan user serta jaminan aplikasi yang update sesuai kebutuhan yang terus berubah.

Banyak institusi kesehatan yang telah mengeluarkan anggaran sampai milyaran rupiah hanya untuk membeli sebuah aplikasi sim-rs ataupun simpus online yang ternyata tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.memang dalam penerapan harga suatu sistem aplikasi tidak ada suatu standar baku harga tapi setidaknya sebelum mengadakan suatu sistem aplikasi harus dilakukan dulu perbandingan, reputasi pengembang, jaminan pemeliharaan dengan pengembang untuk membuat aplikasi yang dibeli mahal tersebut harus tetap eksis dan update.Dari penelitian penulis ada rumah sakit yang mengadakan SIM-RS dengan fitur yang sama tapi dengan perbedaan harga sangat menyolok  yang tidak bisa dipungkiri telah membuka celah pemborosan dan penyelewengan keuangan negara. banyak juga rumah sakit, puskesmas dan instansi yang mengeluarkan uang milyaran rupiah untuk menyewa bukan membeli aplikasi karena membeli berarti si pembeli bisa memiliki termasuk hak untuk memiliki script kode program dan melakukan upgrade dan pengembangan sendiri tidak terus menerus tergantung pada vendor.

KARTU INDONESIA SEHAT UNTUK SIAPA ?

Pemerintah hanya mengklaim yang berhak mendapat KIS adalah masyarakat prasejahtera yang termasuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Lantas siapa saja yang berhak mendapatkan KIS ini?  data Kementerian Sosial mencatat ada sekitar 1,7 juta orang yang akan menerima KIS. dikutip dari situs Kementerian Sosial merilis bahwa yang dimaksud PMKS adalah seseorang, keluarga atau kelompok masyarakat yang karena suatu hambatan, kesulitan, atau gangguan tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya sehingga tidak terpenuhi kebutuhan hidupnya baik jasmani, rohani, maupun sosial secara memadai dan wajar.

PEMAHAMAN INDIKATOR KIA SECARA KOMPREHENSIF

Selamat bertemu kembali sahabat setia www.sumbarsehat.com semoga hari2 sahabat dapat selalu menjadi hari2 yang berkwalitas dan dan bermanfaat. Setelah cukup lama vakum dalam pembahasan dunia KESMAS kali ini www.sumbarsehat.com mencoba kembali untuk exis dalam ruang opini seputar permasalahan kesehatan terutama hal2 yang berkaitan dengan program kesehatan masyarakat. kali ini kami tampil dengan wajah baru dengan informasi2 yang lebih update sebagai apresiasi terhadap respon positif yang telah diberikan pengunjung terutama dari teman2 bidan dan dokter puskesmas selama ini.

Sesuai dengan judul diatas maka kali ini penulis coba membahas perihal pemahaman indikator2 kesehatan ibu dan anak secara lebih komprehensif sesuai goal target MDGs butir 4 dan 5 sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu hamil dan balita.pembahasan ini juga beranjak dari hasil pertemuan yang diadakan direktorat kesehatan ibu awal november di hotel Park Lane Jakarta yang dihadiri teman2 dari pengelola KIA ( Kesehatan Ibu Anak ) dan pengelola P2 ( Pencegahan Penyakit ) dari 21 provinsi yang hadir. Setelah melihat paparan hasil pencapaian program KIA periode 2013 dan semester pertama 2014 ada beberapa hal menggelitik yang coba penulis diskusikan dengan teman2 pengelola KIA yang hadir dan teman2 dar direktorat kesehatn ibu Kementrian kesehatan yaitu  :

EBOLA VIRUS BARU YANG MENGANCAM DUNIA

Saat ini, di Guinea (Guyana), Afrika Barat sedang merebak penularan virus Ebola. Menurut data dari WHO tanggal 9 Mei 2014 yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan Guinea, terdapat 236 kasus klinik virus Ebola dengan 158 kematian. Dari jumlah tersebut 129 diantaranya adalah kasus konfirmasi laboratorium dengan uji PCR yang mengakibatkan 84 kematian. Dan 107 sisanya adalah kasus propable (74 kasus meninggal dunia). Merebaknya