WASPADA ANCAMAN DBD DI SUMATERA BARAT

Sumbarsehat.com- Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegipty saat ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat Sumatera Barat (Sumbar). Bahkan RSUP M. Djamil Padang mencatat mulai awal tahun ini sedikitnya sudah 50 Warga yang dirawat intensif. Melihat angka sepanjang awal tahun ini lanjut kemungkinan jumlah penderita DBD akan terus bertambah. Maka dari itu sudah seharusnya kesadaran untuk hidup bersih dan juga berprilaku bersih pada lingkungan sekitar dengan berpedoman pada 3M plus ditingkatkan, mengingat efek yang timbul dari virus Dengue ini cukup berbahaya bagi kesehatan.Sementara itu, Dinas Kesehatan sumbar mencatat hampir di tiap Kabupaten dan Kota se-Sumbar masih menjadi sarang kasus DBD. Dari sekian banyak kasus yang terjadi, kebanyakan menyerang kelompok usia di bawah 15 tahun. Puncak siklus lima tahunan penyebaran demam berdarah dengue diperkirakan terjadi pada 2015. Itu ditandai dengan peningkatan jumlah kasus penyakit tersebut di sejumlah daerah. 

SIK ONLINE ADA YANG GRATIS KENAPA HARUS BAYAR MAHAL

Rumah sakit dan Puskesmas yang ingin mengembangkan sistem informasi manajemen secara online sebenarnya tidak perlu mengeluarkan biaya mahal bahkan untuk aplikasi SIM-RS ataupn SIMPUS onlinee semuanya tersedia gratis , tinggal Rumah sakit atau Puskesmas menyediakan perangkat dan SDM untuk operasional.  anggapan yang salah bahwa setiap yang mahal itu pasti lebih baik karena dalam aplikasi sistem informasi bukan diukur dari seberapa canggihnya aplikasi itu dibuat tapi tergantung pada seberapa besar manfaat sistem itu bagi pengguna, pengoperasian yang mudah dan familiar dengan user serta jaminan aplikasi yang update sesuai kebutuhan yang terus berubah.

PEMAHAMAN INDIKATOR KIA SECARA KOMPREHENSIF

Selamat bertemu kembali sahabat setia www.sumbarsehat.com semoga hari2 sahabat dapat selalu menjadi hari2 yang berkwalitas dan dan bermanfaat. Setelah cukup lama vakum dalam pembahasan dunia KESMAS kali ini www.sumbarsehat.com mencoba kembali untuk exis dalam ruang opini seputar permasalahan kesehatan terutama hal2 yang berkaitan dengan program kesehatan masyarakat. kali ini kami tampil dengan wajah baru dengan informasi2 yang lebih update sebagai apresiasi terhadap respon positif yang telah diberikan pengunjung terutama dari teman2 bidan dan dokter puskesmas selama ini.

Sesuai dengan judul diatas maka kali ini penulis coba membahas perihal pemahaman indikator2 kesehatan ibu dan anak secara lebih komprehensif sesuai goal target MDGs butir 4 dan 5 sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu hamil dan balita.pembahasan ini juga beranjak dari hasil pertemuan yang diadakan direktorat kesehatan ibu awal november di hotel Park Lane Jakarta yang dihadiri teman2 dari pengelola KIA ( Kesehatan Ibu Anak ) dan pengelola P2 ( Pencegahan Penyakit ) dari 21 provinsi yang hadir. Setelah melihat paparan hasil pencapaian program KIA periode 2013 dan semester pertama 2014 ada beberapa hal menggelitik yang coba penulis diskusikan dengan teman2 pengelola KIA yang hadir dan teman2 dar direktorat kesehatn ibu Kementrian kesehatan yaitu  :