KARTU INDONESIA SEHAT UNTUK SIAPA ?

Pemerintah hanya mengklaim yang berhak mendapat KIS adalah masyarakat prasejahtera yang termasuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Lantas siapa saja yang berhak mendapatkan KIS ini?  data Kementerian Sosial mencatat ada sekitar 1,7 juta orang yang akan menerima KIS. dikutip dari situs Kementerian Sosial merilis bahwa yang dimaksud PMKS adalah seseorang, keluarga atau kelompok masyarakat yang karena suatu hambatan, kesulitan, atau gangguan tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya sehingga tidak terpenuhi kebutuhan hidupnya baik jasmani, rohani, maupun sosial secara memadai dan wajar.

PEMAHAMAN INDIKATOR KIA SECARA KOMPREHENSIF

Selamat bertemu kembali sahabat setia www.sumbarsehat.com semoga hari2 sahabat dapat selalu menjadi hari2 yang berkwalitas dan dan bermanfaat. Setelah cukup lama vakum dalam pembahasan dunia KESMAS kali ini www.sumbarsehat.com mencoba kembali untuk exis dalam ruang opini seputar permasalahan kesehatan terutama hal2 yang berkaitan dengan program kesehatan masyarakat. kali ini kami tampil dengan wajah baru dengan informasi2 yang lebih update sebagai apresiasi terhadap respon positif yang telah diberikan pengunjung terutama dari teman2 bidan dan dokter puskesmas selama ini.

Sesuai dengan judul diatas maka kali ini penulis coba membahas perihal pemahaman indikator2 kesehatan ibu dan anak secara lebih komprehensif sesuai goal target MDGs butir 4 dan 5 sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu hamil dan balita.pembahasan ini juga beranjak dari hasil pertemuan yang diadakan direktorat kesehatan ibu awal november di hotel Park Lane Jakarta yang dihadiri teman2 dari pengelola KIA ( Kesehatan Ibu Anak ) dan pengelola P2 ( Pencegahan Penyakit ) dari 21 provinsi yang hadir. Setelah melihat paparan hasil pencapaian program KIA periode 2013 dan semester pertama 2014 ada beberapa hal menggelitik yang coba penulis diskusikan dengan teman2 pengelola KIA yang hadir dan teman2 dar direktorat kesehatn ibu Kementrian kesehatan yaitu  :

EBOLA VIRUS BARU YANG MENGANCAM DUNIA

Saat ini, di Guinea (Guyana), Afrika Barat sedang merebak penularan virus Ebola. Menurut data dari WHO tanggal 9 Mei 2014 yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan Guinea, terdapat 236 kasus klinik virus Ebola dengan 158 kematian. Dari jumlah tersebut 129 diantaranya adalah kasus konfirmasi laboratorium dengan uji PCR yang mengakibatkan 84 kematian. Dan 107 sisanya adalah kasus propable (74 kasus meninggal dunia). Merebaknya

TERTULAR HIV AIDS BUKANLAH VONIS KEMATIAN

Jumlah penderita HIVAIDS terus meningkat dari waktu ke waktu, usia terbanyak yaitu antara usia 26 hingga 30 tahun.  Gejala terinfeksi baru muncul setelah beberapa tahun tertular, membuat penyakit ini cepat menyebar. Seseorang yang sudah terinfeksi tidak menyadarinya sebelum gejala muncul, dan tidak ada tindakan pencegahan penularan pada periode atau masa ini.
Terindikasi mengidap HIV Aids selama ini dianggap seperti mendapat paspor kematian, sesungguhnya anggapan itu salah besar. dengan kemajuan tekhnologi saat ini dan telah tersedianya obat2an terbaru membuat harapan hidup penderita HIV Aids sesungguhnya tidak berbeda dengan angka harapan hidup kebanyakan orang sehungga penderita HIV Aids pada hakikatnya tidak berbeda denga penderita penyakit kronis lainnya seperti diabetes, hipertensi dan penyakit2 kongenital yang harus mendapatkan terapy seumur hidup.

DETEKSI DINI KANKER SERVIKS

Kanker serviks atau kanker leher rahim atau disebut juga kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit keganasan di bidang kebidanan dan penyakit kandungan yang masih menempati posisi tertinggi sebagai penyakit kanker yang menyerang kaum perempuan (Manuaba, 2008). Kanker serviks adalah kanker leher rahim / kanker mulut rahim yang di sebabkan oleh virus Human Papiloma Virus (HPV). Hanya beberapa saja dari ratusan varian HPV yang dapat menyebabkan kanker. Penularan virus HPV yang dapat menyebabkan Kanker leher rahim ini dapat menular melalui seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks. Gejala yang mungkin timbul (Umumnya pada stadium lanjut) adalah perdarahan di luar masa haid, jumlah darah haid tidak normal, perdarahan pada masa menopause (setelah berhenti haid), keputihan yang bercampur darah atau nanah serta berbau, perdarahan sesudah senggama, rasa nyeri dan sakit di panggul, gangguan buang air kecil sampai tidak bisa buang air keci