Rabu, 18 Juli 2012

RAWAT GABUNG


Sistem rawat gabung merupakan system perawatan  bayi  yang disatukan dengan ibu sehingga ibu dapat melakukan semua perawatan dasar bagi bayinya. Bayi bisa tinggal bersama ibunya dalam satu kamar sepanjang siang maupun malam hari sampai keduanya keluar dari rumah sakit atau bayi dapat dipindahkan kebangsal neonatus atau keruang observasi pada saat-saat tertentu, seperti pada malam hari atau pada jam-jam kunjungan / besuk
.
 Rawat gabung atau rooming ini adalah suatu sistem perawatan dimana bayi serta ibu dirawat  dalam satu unit. Dalam pelaksanaannya bayi harus selalu berada di samping ibu sejak segera setelah dilahirkan sampai pulang. Untuk persalinan dirumah sakit terdapat modifikasi dalam praktek bahwa pada saat kunjungan bayi ditempatkan dalam suatu station bayi agar tidak ada kontaminasi dengan pengunjung. Station bayi dibuat dengan dinding kaca agar pengunjung dapat melihat bayi.
Rawat gabung mempunyai banyak keuntungan . sistim ini memberikan banyak kesempatan  pada ibu baru, khususnya primipara, untuk mempelajari dengan sunguh-sungguh bagaimana cara merawat bayinya dan memudahkan staf perawatan untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh ibu tersebut. Setelah ibu sendiri melakukan semua perawatan dasar dengan dibimbing oleh bidan , maka akan timbul rasa percaya diri dalam menagani dan menyusui bayinya. Karena tidak ada dua bayi yang benar-benar sama, ibu hanya menjumpai sedikit hal-hal yang belum pernah disebutkan dalam buku apapun yang dibaca atau yang terjadi pada bayi lain yang pernah dirawatnya. Rawat gabung juga sangat mengurangi resiko terjadinya infeksi silang.
            Ada satu kerugian terdapat ( tapi dapat dicegah ) pada rawat gabung. Jika ibu tidak berdisiplin dalam menggunakan setiap kesempatan untuk beristirahat. Ia akan menyia-nyiakan waktu istirahatnya dan akan menjadi terlalu lelah. Jika perawat menyadarinya dan membantu mengatur istirahat ibu, problem seperti ini tidak akan terjadi.
            Semua ibu yang ingin melakukan perawatan rawat gabung, harus diberitahukan bahwa kalau terdapat komplikasi seperti ikterus, maka rawat gabung mungkin harus ditunda sampai kondisi bayinya kembali normal dan tidak membutuhkan lagi pengamatan serta perawatan yang khusus.
Melakukan asuhan pada Bayi Baru Lahir Normal :
a.      Penilaian  Awal
Segera setelah lahir, letakkan bayi diatas kain bersih dan kering yang disiapkan pada perut ibu. Bila hal tersebut tidak memungkinkan maka letakkan bayi didekat ibu (diantara kedua kaki atau disebelah ibu) tetapi harus dipastikan pada areal itu bersih dan kering.
Segera lakukan penilaian awal dengan menjawab 2 pertanyaan yaitu :
1.      Apakah bayi menangis kuat dan atau bernafas tanpa kesulitan ?
2.      Apakah bayi bergerak dengan aktif atau lemas ?

b.      Perlindungan Termal ( Mencegah kehilangan panas )
Cegah terjadinya kehilangan panas melalui upaya sebagai berikut :
1.    Keringkan bayi dengan seksama
Pastikan tubuh bayi dikeringkan segera setelah lahir untuk mencegah kehilangan panas yang disebabkan oleh evaporasi cairan ketuban pada tubuh bayi. Keringkan bayi dengan handuk atau kain yang telah disiapkan diatas perut ibu. Mengeringkan dengan cara menyeka tubuh bayi, juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernapasannya.
2.    Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat
Segera setelah mengeringkan tubuh bayi dan memotong tali pusat, ganti handuk atau kain yang basah oleh cairan ketuban dan kemudian selimuti tubuh bayi dengan selimut atau kain yang hangat, kering dan bersih. Kain basah didekat tubuh bayi dapat menyerap panas tubuh bayi melalui proses radiasi. Ganti handuk, selimut atau kain yang basah telah diganti dengan selimut atau kain yang baru ( hangat , bersih dan kering )
3.    Selimuti bagian kepala bayi
Pastikan bagin kepala bayi ditutupi atau diselimuti setiap saat. Bagian kepala bayi memiliki luas permukaan yang relative luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup.
4.    Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya.
Pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas. Anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya segera setelah lahir. Sebaiknya pemberian ASI harus dimulai dalam waktu satu jam pertama kelahiran.
5.    Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir
Karena bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya ( terutama jika tidak berpakaian ), sebelum melakukan penimbangan, selimuti bayi dengan  selimut dan kain bersih serta kering. Berat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian/diselimuti dikurangi dengan berat pakaian/ selimut. Bayi sebaiknya dimandikan ( sedikitnya ) enam jam setelah lahir. Memandikan bayi pada beberapa jam pertama setelah lahir dapat menyebabkan hipotermia yang sangat membahayakan kesehatan bayi baru lahir .

c.       Pembersihan Jalan Nafas
Jika bayi tidak bernapas atau bernapas megap-megap atau lemah maka segera lakukan tindakan resusitasi bayi baru lahir .
1.      Jaga bayi tetap hangat
2.      Atur posisi bayi
3.      Isap lendir
4.      Keringkan dan rangsang bayi
5.      Atur kembali posisi kepala dan selimuti bayi
6.      Lakukan penilaian awal.

d.      Inisiasi Dini / Bonding
Prinsip pemberian ASI sedini mungkin dan eklusif. Bayi baru lahir harus mendapat ASI dalam waktu satu jam setelah lahir. Anjurkan ibu untuk memeluk bayinya dan mencoba segera menyusukan bayinya setelah tali pusat diklem dan dipotong . Beritahu bahwa penolong akan selalu membantu ibu untuk menyusukan bayinya setelah plasenta lahir dan memastikan ibu dalam kondisi baik ( termasuk menjahit laserasi ) keluarga dapat membantu ibu untuk memulai pemberian ASI lebih awal.
Hubungan antara ibu dan bayi sangat penting untuk saling mengenal terutama pada hari-hari pertama setelah persalinan. Bayi akan memperoleh kehangatan tubuh ibu, suara ibu, kelembutan dan kasih sayang ibu (bonding effect).

e.       Menyuntikan Vit K
Semua bayi baru lahir harus diberikan Vit K injeksi 1 mg intramuskuler dipaha kiri sesegera mungkin untuk mencegah pendarahan bayi baru lahir akibat defisiensi vit K yang dapat dialami oleh sebagian bayi baru lahir.
            Vit K sangat penting untuk pembentukan protrombin yang memungkinkan darah membeku dan ternyata kadarnya dianggap “rendah” pada bayi baru lahir adalah gangguan jarang yang berpotensi fatal dan berhubungan dengan  kadar vit K.
             
f.       Mengoleskan salf mata
Salf mata atau tetes mata dapat diberikan setelah ibu memberikan ASI nya atau setelah terjadinya bonding antara ibu dan bayi. Pencegahan infeksi pada mata biasanya diberi salf mata tetrasiklin 1 %, salf antibiotika tersebut harus diberikan dalam waktu satu jam setelah kelahiran. Upaya profilaksis infeksi mata tidak efektif jika diberikan lebih dari satu jam setelah kelahiran.
Cara pemberian profilaksis mata :
·         Cuci tangan
·         Jelaskan apa yang akan dilakukan dan tujuan pemberian obat tersebut
·         Berikan salf mata dalam satu garis lurus mulai dari bagian mata yang paling dekat dengan hidung bayi menuju bagian luar mata.
·         Ujung tabung salf mata tidak boleh menyentuh mata bayi.
·         Jangan menghapus salf mata dari mata bayi dan anjurkan keluarga untuk tidak menghapus obat-obat tersebut.

g.      Melakukan Identifikasi dan pemasangan tanda pengenal / Identitas
Tanda pengenal ini diberikan pada bayi sebagai identitas diri si bayi, biasanya tanda pengenal bayi ini berupa gelang tangan yang terbuat dari karet plastik yang lentur dan lunak sehingga tidak berbahaya bagi bayi. Pada gelang tersebut terdapat tulisan seperti “ By Ny Lily & Tn Toni ”
 
Tujuan Rawat Gabung

  1. Bantuan emosional
      Hubungan antara ibu dan bayi sangat penting untuk saling mengenal terutama pada hari-hari pertama setelah persalinan. Bayi akan memperoleh kehangatan tubuh ibu, suara ibu, kelembutan dan kasih sayang ibu (bonding effect).


  1. Penggunaan air susu ibu
      ASI adalah makanan yang terbaik. Produksi ASI akan lebih cepat dan lebih banyak bila diransang sedini mungkin dengan cara menetekkan sejak bayi lahir hingga selama mungkin. Pada hari-hari pertama, yang keluar adalah colostrum yang jumlahnya sedikit. Tidak perlu khawatir bahwa bayi akan kurang minum minum, karena bayi harus kehilangan cairan pada hari-hari pertama dan absorbsi usus juga sangat terbatas.
  1. Pencegahan infeksi
      Pada tempat perawatan bayi dimana banyak bayi disatukan, infeksi silang sulit dihindari. Dengan rawat gabung, lebih mudah mencegah infeksi silang. Bayi yang melekat pada kulit si ibu akan memperoleh transfer antibodi dari si ibu. Kolostrum yang mengandung antibodi dalam jumlah tinggi, akan melapisi seluruh permukaan kulit dan saluran pencernaan bayi, dan diserap oleh bayi sehingga bayi akan mempunyai kekebalan tinggi. Kekebalan ini akan mencegah infeksi, terutama pada diare.
  1. Pendidikan kesehatan
      Kesempatan melaksanakan rawat gabung dapat dimanfaatkan untuk memberikan pendidikan kesehatan pada ibu, terutama pada primipara. Bagaimana teknik menyusui, memandikan bayi merawat tali pusat, perawatan payudara dan nasihat makanan yang baik, merupakan bahan-bahan yang diperlukan si ibu. Keinginan ibu untuk bangun dari tempat tidur, menggendong bayi dan merawat sendiri akan mempercepat mobilisasi, sehingga si ibu akan lebih cepat pulih dari persalinan.

Pelaksanaan Rawat Gabung
  1. Di Poliklinik Kebidanan
      Memberikan penyuluhan mengenai kebaikan ASI dan rawat gabung, memberikan penyuluhan mengenai perawatan payudara, makanan ibu hamil, nifas, perawatan bayi dan lain-lain.
  1. Dikamar Bersalin
      Bayi yang memenuhi syarat perawatan bergabung dilakukan perawatan bayi baru lahir seperti biasa. Adapun kriteria yang ambil sebagai syarat untuk dapat dirawat bersama ibunya ialah :
·         Nilai apgar 7
·         Berat badan lebih dari 2500
·         Masa kehamilan lebih dari 36 minggu
·         Lahir spontan presentasi kepala
·         Tanpa infeksi intrapartum
·         Ibu sehat dalam jam pertama setelah lahir, bayi segera disusukan kepada ibunya untuk meransang pengeluaran ASI
·         Memberikan penyuluhan mengenai ASI dan perawatan bergabung Bayi terutama bayi yang belum mendapat penyuluhan di poliklinik
  1. Diruang Perawatan
      Bayi diletakkan didalam tempat tidur bayi yang ditempatkan disamping tempat tidur ibu. Pada waktu berkunjung bayi dan tempat tidurnya dipindahkan keruangan lain, perawat harus memperhatikan keadaan umum bayi dan dapat dikenali keadaan-keadaan yang tidak normal serta kemudian melaporkan kepada dokter jaga; bayi boleh menyusu sewaktu ia menginginkan.; bayi tidak boleh diberi susu botol. Bila ASI masih kurang, boleh menambahkan air putih dan susu formula dengan sendok; ibu harus dibantu untuk dapat menyusui bayinya dengan baik, juga untuk merawat payudaranya; keadaan bayi sehari-hari dicatat dalam status; bila bayi sakit perlu observasi lebih teliti; bayi dipindahkan ke ruang perawatan bayi baru lahir; bila ibu dan bayi boleh pulang, sekali lagi diberi penerangan tentang cara-cara merawat bayi dan pemberian ASI serta perawatan payudara dan makanan ibu menyusui. Kepada ibu diberikan leaflet mengenai hal tersebut dan dipesan untuk memeriksakan bayinya 2 minggu kemudian; status bayi dilengkapi dan dikembalikan ke ruang follow up.
  1. Diruang follow up
      Meliputi pemeriksaan bayi dan keadaan ASI. Aktivitas-aktivitas diruang follow-up meliputi menimbang berat bayi, anamnesis mengenai makanan bayi yang diberikan dan keluhan yang timbul, mengecek keadaan ASI, memberikan peraturan makanan bayi, pemeriksaan bayi oleh dokter abgian anak, pemberian imunisasi menurut instruksi dokter.

Syarat Rawat Gabung
      Pada prinsipnya syarat rawat gabung adalah dimana si ibu menyusui dan si bayi mampu menyusu. Kemampuan si ibu untuk menyusui dimulai dengan keinginan dan kesediaan yang berupa motivasi diberikan sejak awal kehamilan. Keadaan ibu yang sehat selalu memungkinkan si ibu untuk menyusui.
      Dari pihak sibayi kemampuan menyusui dinilai dari fungsi kardiorespiratorik, refleks menghisap dan dan fungsi neurologik yang baik. Penolong persalinan harus cukup terlatih untuk menilai apakah ibu dan bayi mampu menyusui segera setelah proses persalinan. Apabila ibu dan bayi baik, secepat mungkin bayi diberikan kepada ibu dan mulai menyusui. Apabila diperlukan observasi hal ini tentu dapat dilakukan dan setelah ibu dan bayi sudah menjadi lebih baik keadaan umumnya harus segera digabung dan mulai menyusui.

Kontra Indikasi Rawat Gabung
  Pihak ibu
  1. Fungsi kardiorespiratorik yang tidak baik. Pasein penyakit jantung sementara tidak menyusi sampai keadaan jantung membaik.
  2. Preeklamsia dan eklamsia, keadaan ibu biasanya tidak baik karena pengaruh obat-obatan untuk mengatasi penyakit biasanya kesadaran ibu menurun. Tidak diperbolehkan ASI dipompa dan diberikan pada bayi.
  3. Penyakit infeksi akut dan aktif. Bahaya penularan pada bayi yang dikhawatirkan. Tubercolosis paru yang aktif dan terbuka merupakan kontraindikasi yang mutlak.
  4. Karsinoma payudara. Pasien dengan penyakit ini harus dicegah jangan sampai ASI nya keluar karena akan mempersulit penilaian penyakitnya. Apabila menyusui ditakutkan adanya sel-sel karsinoma yang terminum si bayi.
  5. Psikosis : tidak dapat dikontrol keadaan jiwa si ibu bila menderita psikosis. Meskipun pada dasarnya ibu sayang pada bayinya, tetapi selalu ada kemungkinan penderita psikosis membuat cedera pada bayi.
    Pihak bayi
  1. Bayi kejang. Kejang-kejang pada bayi akibat cedera persalinan atau infeksi tidak memungkinkan meyusui. Ada bahaya aspirasi, bila kejang timbul saat bayi menyusui. Kesadaran bayi yang menurun juga tidak memungkinkan bayi untuk menyusui.
  2. Bayi yang sakit berat. Bayi yang penyakit jantug atau paru-paru atau penyakit lain yang memerlukan perawatan intensif tentu tidak mungkin menyusu dan dirawat gabung.
  3. Bayi yang memerlukan observasi atau terapi khusus. Selama observasi  rawat gabung tak dapat dilaksanankan.
  4. Very Low Birth Weight (BBLSR), karena refleks menghisap bayi tersebut belum baik sehingga tidak mungkin menyusu dan dirawat gabung.
  5. Cacat bawaan. Diperlukan persiapan mental si ibu untuk menerima keadaan bahwa bayinya cacat. Cacat ringan seperti labiopalatiskhisis masih memungkinkan untuk menyusui
  6. Kelainan metabolik dimana bayi tidak dapat menerima ASI.

Manfaat  Rawat  Gabung
1)      Aspek Fisik
Ibu mudah menjangkau sehingga kapan saja bayi ingin menyusui dapat diberikan
2)      Aspek  Fisiologis
Dekat ibu dengan bayi sehingga bayi disusui / frekuensinya sering sehingga mendapatkan nutrisi alam timbul reflek prolaktin.
3)      Aspek  Psikologis
Dengan  sentuhan dari ibu mempengaruhi psikologi bayi.
4)      Aspek Edukatif
Mempunyai pengalaman sehingga ibu mampu merawat bayi setelah pulang ( cara menyusui, perawatan tali pusat, cara memandikan )
5)      Aspek ekonomis
Menghemat pembelian susu, dot, botol .
6)      Aspek Medis
Mencegah inspeksi nosokomial.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan Rawat  Gabung
1.      Peran sosial budaya
2.      Faktor  ekonomi
3.      Peranan tatalaksanan rumah sakit /rumah bersalin yang negative dan tidak bermanfaat
·      Bayi dipuasakan beberapa hari, padahal reflek hisap bayi paling kuat adalah pada jam pertama setelah lahir.
·      Memberikan makanan prelakteral yang membuat hilangnya rasa haus sehingga bayi enggan menyusu.
·      Memisahkan bayi dengan ibunya sehingga ibu tidak dapat menyusui bayinya sesuai yang dinginkan .
·      Menimbang bayi sebelum dan sesudah menyusui. Bila berat bayi tidak sesuai maka bayi diberi susu formula.
·      Menggunakan obat-obatan sebelum proses persalinan (obat penenang) sehingga menghambat permulaan laktasi.
·      Pembarian sampel susu formula akan membuat ibu salah sangka bahwa susu formula sama baiknya dengan ASI.
4.      Faktor - faktor pada ibu sendiri
·         Keadaan gizi ibu
·         Pengalaman atau sikap ibu terhadap menyusui
·         Keadaan emosi
·         Keadaan payudara
5.      Peranan masyarakat dan pemerintah
Peraturan  pemerintah yang mendukung
·         INPRES no 14,1975, menkokesra selaku coordinator pelaksanan menetapkan bahwa salah satu program dalam usaha perbaikan gizi adalah pemberian pertama pada ASI.
·         Melarang produsen susu buatan / formula untuk mencantumkan kalimat-kalimat promosi kesehatan  produknya yang memberikan pengertian  bahwa susu buatan tersebut sama dengan ASI ( PERMENKES 240/1985 )
·         Mengharuskan produsen  susu kental manis untuk mencantumkan pada label produknya bahwa susu kental manis tidak cocok untuk bayi dengan warna tulisan merah ( PERMENKES 76/1975 )
·         Melarang promosi susu buatan sebagi pengganti ASI.
·         Menganjurkan menyusui secara eklusif sampai bayi umur 6 bulan dan menganjurkan pemberian ASI sampai anak berumur 2 tahun.
·         Melaksanakan rawat gabung ditempat persalinan, milik pemerintah dan swasta.
·         Meningkatkan kemampuan petugas kesehatan.
·         Pencanangan PP ASI oleh BPK Presiden pada hari ibu ke-62 ( desember 1990)
 
Pelaksanaan rawat gabung dan kegiatan penunjangnya
1.      Bayi ditempatkan bersama ibunya dalam sebuah ruangan.
2.      Bayi dapat diletakkan ditempat tidur bersama ibunya atau dalam bok disamping tempat tidur ibu.
3.      Books bayi bisa juga ditempatkan diatas tempat tidur, disebelah ujung kaki ibu.
4.      Perawat harus memperhatikan KU bayi dan mengenali keadaan abnormal
5.      Ibu menyusui bayinya sewaktu-waktu sesuai dengan keinginan bayi.
6.      Perawat harus membantu ibu untuk merawat payudara, menyusui, menyendawakan dan merawat bayi secara benar.

Praktek / kegiatan rawat  gabung
1.      Memandikan  bayi
2.      Menyusui
3.      Merawat tali pusat.